Senin, 13 Maret 2017

GUNUNG SABA MPOLULU

Gunung Saba Mpolulu, gunung yang terletak di Pulau Kabaena tepatnya di Kecamatan Kabaena Tengah(dulu, kecamatan Kabaena Timur sebelum pemekaran), Kabupaten Bombana. Gunung yang memiliki ketinggian 1.500 Meter diatas permukaan laut itu dimitoskan sebagai tempat asal muasal ditemukannya tarian Lumense yang sangat dipercayai masyarakat setempat.
Arti Sabampolulu terbagi menjadi 2 kata yaitu saba=timbul/muncul dan mpolulu=mengejar, jadi sabampolulu berarti “muncul mengejar”. Gunung ini juga merupakan salahsatu gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara. Pemandangan yang disuguhkan pun tidak kalah menarik seperti gunung yang biasa kita lihat di berbagai media. Apalagi ditambah dengan pemandangan sebuah gunung disampingnya yaitu gunung batu yang menjadi icon pulau kabaena. Namanya WATUNSANGIA. Watunsangia berdiri megah tepat di atas kepala gunung Sangiawita seperti mahkota berbentuk seperti tanduk. Menurut bahasa setempat watunsangia dibagi menjadi 2 kata yaitu watu=batu dan sangia=pemimpin/penguasa. Jadi watunsangia adalah batu penguasa.
Tangkeno merupakan pemekaran dari Desa Enano. Pada awal pemekaran, Desa Tangkeno bernama Desa Enano di Tangkeno, sedangkan Desa induk disebut Desa Tangkeno di Enano. Perubahan nama Desa dari Desa Enano di Tangkeno menjadi Desa Tangkeno terjadi pada tahun 2013. Penetapan Desa Tangkeno sebagai Desa Wisata tentunya tidak lepas dari keberadaan potensi pariwisata yang ada di Tangkeno yaitu berupa pemandangan alam, situs sejarah, air terjun, lokasi tracking dan kearifan lokal. Wilayahnya merupakan daerah pegunungan yang berada diketinggian hingga bersatu dengan awan yang selalu menghiasi langit disetiap matahari mulai terbit kemudian terbenam kembali.
Pemerintah Kabupaten Bombana menetapkan Desa Tangkeno sebagai Desa Wisata dengan mengangkat tagline “Negeri Di Awan”. Ini merupakan upaya nyata dari seluruh warga pulau Kabaena untuk mendorong pengembangan industri pariwisata sekaligus pelestarian situs sejarah, seni budaya, adat istiadat dan kearifan lokal yang masih terjaga dengan sangat baik di Tangkeno, yang merupakan daerah resapan air pulau Kabaena. Negeri Di Awan bukan hanya sekedar taglineataupun istilah belaka, Desa Tangkeno merupakan wujud nyata dimana posisinya benar-benar berada di dalam awan yang memberikan kesejukan alamiah membendung teriknya sinar matahari dengan beragam keindahan alam yang menakjubkan.

Disini terdapat beberapa spot wisata yang sungguh memukau mata, hati dan rasa. Tercatat ada delapan spot pariwisata, diantaranya: Bantea Ponahuagola (pondok pembuatan gula aren), Pintu Gerbang Desa Wisata Tangkeno “Negeri di Awan”, Benteng Tawulaagi, Bantea Mpogurua (rumah belajar), Anjungan Tangkeno, Benteng Tuntuntari, Tondopano (air terjun) dan Puncak Gunung Sabampolulu. Dari sini dapat terlihat jelas puncak gunung Sangiawita yang cukup unik, berupa batu besar berbentuk tanduk ataupun mahkota Mokole/Sangia/Raja tepat berada diatas kepala gunung Sangiawita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar