Gunung Saba Mpolulu,
gunung yang terletak di Pulau Kabaena tepatnya di Kecamatan Kabaena Tengah(dulu,
kecamatan Kabaena Timur sebelum pemekaran), Kabupaten Bombana. Gunung yang
memiliki ketinggian 1.500 Meter diatas permukaan laut itu dimitoskan sebagai
tempat asal muasal ditemukannya tarian Lumense yang sangat dipercayai
masyarakat setempat.
Arti
Sabampolulu terbagi menjadi 2 kata yaitu saba=timbul/muncul dan
mpolulu=mengejar, jadi sabampolulu berarti “muncul mengejar”. Gunung ini juga
merupakan salahsatu gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara. Pemandangan yang
disuguhkan pun tidak kalah menarik seperti gunung yang biasa kita lihat di
berbagai media. Apalagi ditambah dengan pemandangan sebuah gunung disampingnya
yaitu gunung batu yang menjadi icon pulau kabaena. Namanya WATUNSANGIA.
Watunsangia berdiri megah tepat di atas kepala gunung Sangiawita seperti
mahkota berbentuk seperti tanduk. Menurut bahasa setempat watunsangia dibagi
menjadi 2 kata yaitu watu=batu dan sangia=pemimpin/penguasa. Jadi watunsangia
adalah batu penguasa.
Tangkeno merupakan pemekaran dari Desa Enano. Pada awal
pemekaran, Desa Tangkeno bernama Desa Enano di Tangkeno, sedangkan Desa induk
disebut Desa Tangkeno di Enano. Perubahan nama Desa dari Desa Enano di Tangkeno
menjadi Desa Tangkeno terjadi pada tahun 2013. Penetapan Desa Tangkeno sebagai
Desa Wisata tentunya tidak lepas dari keberadaan potensi pariwisata yang ada di
Tangkeno yaitu berupa pemandangan alam, situs sejarah, air terjun, lokasi tracking dan kearifan lokal. Wilayahnya
merupakan daerah pegunungan yang berada diketinggian hingga bersatu dengan awan
yang selalu menghiasi langit disetiap matahari mulai terbit kemudian terbenam
kembali.
Pemerintah Kabupaten Bombana menetapkan Desa Tangkeno sebagai Desa
Wisata dengan mengangkat tagline “Negeri Di Awan”. Ini merupakan
upaya nyata dari seluruh warga pulau Kabaena untuk mendorong pengembangan
industri pariwisata sekaligus pelestarian situs sejarah, seni budaya, adat
istiadat dan kearifan lokal yang masih terjaga dengan sangat baik di Tangkeno,
yang merupakan daerah resapan air pulau Kabaena. Negeri Di Awan bukan hanya
sekedar taglineataupun istilah belaka, Desa
Tangkeno merupakan wujud nyata dimana posisinya benar-benar berada di dalam awan yang memberikan kesejukan alamiah membendung teriknya sinar matahari
dengan beragam keindahan alam yang menakjubkan.
Disini terdapat beberapa spot wisata yang sungguh memukau mata,
hati dan rasa. Tercatat ada delapan spot pariwisata, diantaranya: Bantea
Ponahuagola (pondok pembuatan gula aren), Pintu Gerbang Desa Wisata Tangkeno
“Negeri di Awan”, Benteng Tawulaagi, Bantea Mpogurua (rumah belajar), Anjungan
Tangkeno, Benteng Tuntuntari, Tondopano (air terjun) dan Puncak Gunung
Sabampolulu. Dari sini dapat terlihat jelas puncak gunung Sangiawita yang cukup
unik, berupa batu besar berbentuk tanduk ataupun mahkota Mokole/Sangia/Raja
tepat berada diatas kepala gunung Sangiawita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar